EFEKTIVITAS GEL ANTIINFLAMASI EKSTRAK BIJI KETUMBAR (Coriandrum sativum L.) PADA MENCIT (Mus musculus L.)
DOI:
https://doi.org/10.51771/fj.v5i1.1100Keywords:
Ekstrak etanol, biji ketumbar, luka sayat, flavonoid, mencit jantanAbstract
Luka merupakan cedera yang paling sering dialami oleh manusia. Luka merupakan hilangnya integritas epitelial dari kulit. Epitelial merupakan organ yang sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari perlu adanya pengobatan topikal yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Keunggulan dari sediaan gel ini dapat menyembuhkan inflamasi lebih baik dari pada yang dijual dipasaran, karena gel yang sudah beredar banyak mengandung bahan kimia, sehingga memberikan efek yang berbahaya bila digunakan secara terus menerus. Aktivitas antiinflamasi dimiliki oleh metabolit sekunder flavonoid. Inflamasi (peradangan) adalah respon untuk perlindungan jaringan pembuluh darah dari infeksi dan juga kerusakan jaringan dengan membawa sel dan molekul perlindungan tubuh terhadap peredaran darah kelokasi yang dibutuhkan untuk menghilangkan pemicu yang mengganggu. Tujuan dari penelitian yaitu memformulasikan dan mencari formulasi sediaan gel ekstrak biji ketumbar (Coriandum sativum L.) yang terbaik berdasarkan nilai penghambatan luka. Penelitian ini termasuk penelitian kuantatif dengan menggunakan desain RAL ( Rancangan acak lengkap). Metode yang digunakan menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian dilakukan uji skrining fitokimia ekstrak biji ketumbar yang digunakan, untuk formulasi sediaan yang digunakan ada 3 yaitu F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Pengamatan dilakukan dengan cara mengukur panjang luka dari hari ke-1 sampai hari ke-7. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyembuhan luka sayat pada mencit menggunakan gel dengan formulasi F3 4,5 gram ekstrak etanol ketumbar memberikan hasil yang efektiv terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit dibandingkan formulasi F0,F1,F2. Hasil evaluasi sediaan gel ekstrak biji ketumbar (Coriandum sativum L.) dengan berbagai uji yaitu uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, dan uji daya lekat sudah sesuai standar SNI dan farmakope indonesia.
References
Fahrezi, R., & Sumarmin, R. (2021). Test of Torch Ginger (Etlingera elatior) Leaf Extract Against Wound Healing in Mice (Mus musculus). Prosiding SEMNAS BIO 2021, 1748–1752.
Hijriah, N. M., Filianty, F., & Nurhasanah, S. (2022). Potensi Minyak Atsiri Daun Ketumbar (Coriandrum sativum L.) sebagai Pendukung Pangan Fungsional: Kajian Literatur. Jurnal Teknotan, 16(1), 43. https://doi.org/10.24198/jt.vol16n1.8
Hikmah, F. N., Malahayati, S., & Nugraha, D. F. (2023). Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Serum Gel Ekstrak Bunga Melati (Jasminum sambac L.). Journal Pharmaceutical Care and Sciences, 3(2), 93–108. https://doi.org/10.33859/jpcs.v3i2.248
Meilina, R., Rosdiana, E., & Rezeki, S. (2021). Pemanfaatan Biji Ketumbar Sebasgai Salah Satu Pilihan Pengobatan Luka. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Kesehatan), 3(2), 119–124. https://youtu.be/YFzj0YS79x4
Nadya, Meilina, R., Keusumawati, & Za, R. N. (2021). Aktivitas Penyembuhan Luka Salep Ekstrak Biji Ketumbar ( Coriandrum sativum L .) pada Mencit ( Mus musculus L .) yang Terinfeksi Staphylococcus Aureus Wound Healing Activity of Coriandrum sativum Extract Ointment in Mice Infected with Staphylococcus aureu. Journal of Healtcare Technology and Medicine, 7(2), 1662–1673.
Ningrum, Y. D. A., & Putri, C. N. (2023). Uji Evaluasi Dan Uji Aktivitas Ekstrak Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.). Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 8(1), 185–192. https://doi.org/10.37874/ms.v8i1.477
Pahrurrozi, Agustini D, & Sulhiawati. (2023). Uji Organoleptik Sediaan Gel Hand Sanitizer dari Bahan-Bahan Organik. Lombok Journal of Science (LJS), 5(1), 27–29.
Rusli, D., Amelia, K., & Gading Setia Sari, S. (2023). Formulasi dan Evaluasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Dengan Variasi NaCMC Sebagai Basis. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 6(1), 7–12. https://doi.org/10.61685/jibf.v6i1.72
Sani, L. M. M., Subaidah, W. A., & Andayani, Y. (2021). Formulasi dan evaluasi karakter fisik sediaan gel ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum). Sasambo Journal of Pharmacy, 2(1), 16–22. https://doi.org/10.29303/sjp.v2i1.57
Setyawan, R., Dwi, C., Masrijal, P., Hermansyah, O., Rahmawati, S., Intan, R., Sari, P., & Cahyani, A. N. (2023). Program Studi S1 Farmasi Universitas Bengkulu Formulasi, Evaluasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Antioksidan Ekstrak Tali Putri (Cassytha filiformis L). Bencoolen Journal of Pharmacy 2023, 3(1), 27–33. https://ejournal.unib.ac.id/index.php/bjp/index
Sugihartini, N., Jannah, S., & Yuwono, T. (2020). Formulation of Moringa oleifera Leaf Extract As Anti-Inflammatory Gel Dosage Form. Pharmaceutical Sciences and Research, 7(1), 9–16.
Walukow, A., Pareta, D. N., Tumbel, S. L., Tombuku, J. L., & Sambou, C. N. (2023). Uji Efektitivitas Sediaan Gel Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L) Terhadap Penyembuhan Luka Sayatan Tikus Putih (Rattus nornvegicus). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(3), 958–964. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i3.173
Zakaria, M. R., Febrina, L., & Rusli, R. (2017). Formulasi Gel Ekstrak Buah Libo (Ficus variegata Blume). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 6(1), 185–190.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dina Fitriani, Nawafila Februyani, Akhmad Al-bari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.