PERBANDINGAN UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN SAWO (Manilkara zapota L.) DENGAN SALEP BETADIN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA EKSISI PADA TIKUS PUTIH JANTAN

Authors

  • Nina Irmayanti Harahap Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua, Indonesia
  • Wulandarry Wulandarry Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51771/fj.v5i1.1204

Keywords:

Daun Sapodilla, Ekstrak Etanol Daun Sawo, Excision Wound

Abstract

Sawo manila (Manilkara zapota L.) merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai obat. Daun sawo diketahui mengandung zat aktif seperti saponin, tanin, dan flavonoid. Saponin mempunyai kemampuan sebagai pembersih dan antiseptik yang berfungsi membunuh atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme agar luka tidak terinfeksi. Kandungan tanin dan flavonoid mampu menghambat bahkan membunuh bakteri penyebab luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi Salep Ekstrak Etanol Daun Sawo (SEEDS) pada formulasi salep yang paling efektif dalam penyembuhan luka eksisi. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Sampel yang digunakan adalah daun sawo yang diambil secara sengaja dari daerah lain, kemudian diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 80% yang dibuat dalam bentuk ekstrak kental. Kemudian ekstrak kentalnya dibuat BENIH dengan konsentrasi vaned 2,5%, 5% dan 7,5% sebagai kontrol positif (salep betadine) dan kontrol negatif (basis salep), masing-masing perlakuan dibuat luka diameter 1x1 cm dengan anestesi lidokain lalu mengamati penyembuhan diameter luka eksisi dan kondisi fisik selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan penyembuhan luka eksisi mempunyai efektivitas yang paling baik berturut-turut yaitu salep betadine (0,10cm), SEEDS 7,5% (0,15cm), 5% (0,28cm) dan 2,5% (0,45cm) kemudian salep dasar (0,51cm). Sediaan SEEDS kurang efektif dibandingkan salep betadine dalam pengobatan luka eksisi.

Downloads

Published

2025-01-31