Strategi Pengembangan Ekstrakurikuler Matematika Klub di SMP Assalaf Suralaga Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur
DOI:
https://doi.org/10.51771/jukeshum.v2i2.307Keywords:
Strategi, Pengembangan, Esktrakurikuler, Metematika KlubAbstract
Berpikir kreatif dan kritis harus diasah dan dikembangkan sejak dini. Salah satu solusi yang dapat dilakukan sekolah adalah dengan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler dalam bidang penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik yang dapat dikembangkan di sekolah adalah klub matematika. Namun tidak semua sekolah mampu mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya SMP Assalaf Suralaga, beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan ekstrakurikuler klub matematika, antara lain: Belum adanya guru pendamping dan siswa yang mau terlibat. Tidak adanya struktur kepengurusan ekstrakurikuler matematika klub mengakibatkan belum adanya guru dan siswa yang terlibat, belum adanya pembinaan kegiatan ekstrakurikuler secara rutin dan terprogram, masih adanya persepsi siswa tentang Matematika sulit. Minat belajar siswa pada pelajaran umum (IPA Terpadu, IPS Tepadu, Bahasa Indonesia, Matematika dan lainnya) lebih rendah dibandingkan pelajaran Agama (seperti Bahasa Arab, Tajwid, Tahfiz, Nahwu, dan lainnya). Serta Pembelajaran Matematika di kelas masih konvensional. Oleh sebab itu, tim PKM dosen ITSKes Muhammadiyah selong berinisiatif untuk memberikan pendampingan dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler di SMP Assalaf Suralaga. Adapun hasil pemantauan setelah dilaksanakan kegiatan PKM ini adalah Adanya keinginan pihak sekolah untuk memberikan perhatian terhadap kegiatan Ekstrakurikuler Matematika klub. Hal ini bisa dilihat dari mulai dikeluarkannya Surat Keputusan pembentukan struktur pengurus ekstrakurikuler dan meningkatnya motivasi siswa pada pelajaran umum.
References
Donal, A., Maradona, H., Pengaraian, P., & Hulu, R. (2020). PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN EKSTRAKURIKULER ENGLISH CLUB PADA SMPN 1 RAMBAH HILIR KECAMATAN RAMBAH HILIR. Ciastech, 1147–1154. Diakses di: http://publishing-widyagama.ac.id/ejournal v2/index.php/ciastech/article/download/2020/1423.
Permendikbud, Republik Indonesia. UU RI Nomor 62 Tahun 2014. no. 9, 2014, pp. 1689. https://jdih.kemdikbud.go.id/sjdih/siperpu/dokumen/salinan/Permendikbud%20Nomor%2062%20Tahun%202014.pdf
Shilviana, K., & Hamami, T. (2020). Pengembangan Kegiatan Kokurikuler dan Ekstrakurikuler. Palapa, 8(1), 159–177. Diakses https://doi.org/10.36088/palapa.v8i1.705
Yanti Devi Wijaya. (2019). PEMBENTUKAN KARAKTER DENGAN MENGASAH SOFT SKILL DI SEKOLAH. Diakses : http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2019/11/pembentukan-karakter-dengan-mengasah-soft-skill-di-sekolah/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta dan Lisensi
Penulis yang mempublikasikan naskahnya melalui Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui beberapa hal berikut:
- Hak Cipta atas naskah-naskah karya ilmiah di dalam Jurnal ini dipegang oleh Penulis.
- Penulis menyerahkan hak saat pertama kali mempublikasi Naskah karya ilmiahnya dan secara bersamaan Penulis memberikan izin/lisensi dengan mengacu pada Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License kepada pihak lain untuk menyebarkan karya ilmiahnya tersebut dengan tetap mencantumkan penghargaan bagi penulis dan Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat sebagai media Publikasi pertama atas karya tersebut.
- Hal-hal yang berkaitan dengan non-eksklusivitas pendistribusian Jurnal yang menerbitkan karya ilmiah penulis dapat diperjanjikan secara terpisah (contoh: permintaan untuk menempatkan karya yang dimaksud pada perpustakaan suatu institusi atau menerbitkannya sebagai buku) dengan Penulis sebagai salah satu pihak perjanjian dan dengan penghargaan pada Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat sebagai media publikasi pertama atas karya dimaksud.
- Penulis dapat dan diharapkan untuk mengumumkan karyanya secara online (misalnya pada Repositori atau pada laman Organisai/Institusinya) sejak sebelum dan selama proses pengumpulan naskah, sebab upaya tersebut dapat meningkatkan pertukaran citasi lebih awal dan dengan cakupan yang lebih luas.