Program Saga (Sahabat Keluarga) : Komik PHBS
DOI:
https://doi.org/10.51771/jukeshum.v2i2.314Keywords:
Sahabat Keluarga, Komik, PHBSAbstract
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merubah sikap manusia dalam menjaga kesehatan dengan hidup sehat selama melakukan aktifitas sehari-hari sehingga dapat mencegah timbulnya suatu penyakit akibat dari perilaku tidak sehat melalui bebagai sumber informasi baik dalam berbagai media. Anak jalanan biasanya terdapat pada kelompok pada anak diatas usia 7 tahun hingga kelompok anak dan remaja baik laki-laki atau perempuan. Besarnya aktivitas yang digunakan di jalan menyebabkan mereka tidak memperhatikan personal hygiene. Sehingga kelompok ini rawan terjadinya penyakit. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa separo lebih (54,4%) perilaku dalam Hygiene Personal sebelum di beri edukasi dalam kategori, 77,3% perilaku responden sebelum di beri edukasi dalam kategori baik. Program Pengabdian telah memberikan edukasi kepada kelompok anak dan remaja dengan pengaruh melalui bimbingandengan Media Komik terhadap Peningkatan Perilaku Hygiene telah terbukti efektif pada anak dan remaja di lingkungan kota Binjai. Hal ini di sebabkan karena sesuai dengan tumbuh kembang dari usia tersebut.
References
Ajeng Fitriana 2010, “Penerapan Media Komik Strip Dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Pada Siswa Kelas VII SMPN 1 Mrebet Purbalingga Jawa Tengah”, Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta.
Banun, T. S. (2016). Hubungan antara Pengetahuan PHBS dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat Siswa di SD Tamanan. BASIC EDUCATION, 5(14), 1-378.
Elsevier Istiarti, T., & Dangiran, H. L. (2017). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Praktek Sanitasi Lingkungan Bersih dan Sehat Melalui 'PHBS' pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Banyumanik. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 15(2), 50-55.
Hidayat, A. Aziz Alimul, (2002), Kebutuhan Dasar Manusia, jilid 1. Jakarta : Salembah Medika
Kemendikbud. (2014). Pedoman Pelaksanaan UKS di Sekolah. Jakarta : Kemendikbud
Notoadmodjo S. (2005). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta, Rineka Cipta.
Notoatmojo, Soekidjo. (2005), Metodologi Pengabdian Kesehatan, edisi revisi. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Perry dan potter, (2006), Keperawatan Dasar, Keempat. Jakarta: EGC
Rahayu, (2008), Hubungan Pola asuah Orang Tua denag Kemandirian Personal Hygene Pada Anak Usia 3-5 Tahun di Kelurahan Rowo Tamtu Kabupaten Jember, Skripsi S1 Keperawatan Unimus tidak dipublikasikankan.
Rawina Winita 210, “Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dan Kepadatan Aedes Aegypty Di Kecamatan Bayak Provinsi Banten”, Jurnal Kesehatan, Vol 19, No. 02
Tietjen, (2004). Paduan Pencegahan Infeksi. Edisi pertama. Cetakan kedua. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta dan Lisensi
Penulis yang mempublikasikan naskahnya melalui Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui beberapa hal berikut:
- Hak Cipta atas naskah-naskah karya ilmiah di dalam Jurnal ini dipegang oleh Penulis.
- Penulis menyerahkan hak saat pertama kali mempublikasi Naskah karya ilmiahnya dan secara bersamaan Penulis memberikan izin/lisensi dengan mengacu pada Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License kepada pihak lain untuk menyebarkan karya ilmiahnya tersebut dengan tetap mencantumkan penghargaan bagi penulis dan Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat sebagai media Publikasi pertama atas karya tersebut.
- Hal-hal yang berkaitan dengan non-eksklusivitas pendistribusian Jurnal yang menerbitkan karya ilmiah penulis dapat diperjanjikan secara terpisah (contoh: permintaan untuk menempatkan karya yang dimaksud pada perpustakaan suatu institusi atau menerbitkannya sebagai buku) dengan Penulis sebagai salah satu pihak perjanjian dan dengan penghargaan pada Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat sebagai media publikasi pertama atas karya dimaksud.
- Penulis dapat dan diharapkan untuk mengumumkan karyanya secara online (misalnya pada Repositori atau pada laman Organisai/Institusinya) sejak sebelum dan selama proses pengumpulan naskah, sebab upaya tersebut dapat meningkatkan pertukaran citasi lebih awal dan dengan cakupan yang lebih luas.