Penyuluhan Tentang Kiat Meningkatkan Kecerdasan Emosional pada Perawat
DOI:
https://doi.org/10.51771/jukeshum.v2i2.334Keywords:
Kecerdasan Emosional (EQ), Kinerja PerawatAbstract
Kecerdasan Emosional (EQ) yang rendah dalam suatu negara berkembang akan menjadi salah satu tolak ukur penyebab kelemahan pada asal daya manusia. Kecerdasan Emosional (EQ) merujuk pada keterampilan non kognitif yang mempengaruhi kinerja perawat terutama dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Metode yang dilakukan dengan cara memberikan penjelasan sejelas-jelasnya dengan memberikan kesempatan bertanya bagi para peserta penyuluhan yang belum paham. Menambah pengetahuan peserta terhadap hal-hal apa saja yang bisa menaikkan kecerdasan emosional. salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja perawat adalah dengan meningkatkan korelasi interpersonal serta keterampilan, dan mengikuti pembinaan sesuai bidang pekerjaannya. Saran diharapkan untuk meningkatkan keterampilan dalam pendokumentasian dengan diadakan pelatihan atau seminar perihal kecerdasan Emosional (EQ) supaya dapat meningkatkan pelayanan kesehatan.
References
Christian J.P, Mulyadi, Rivelino H. 2016. Hubungan kecerdasan emosional (EQ) dengan kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan di irna A RSUP Prof DR. R. D Kandou Manado. Journal keperawatan (e-Kep) Vol. 4 Nomor 1, Mei 2016.
Depkes RI. 2015. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2015. https://pusdatin.kemkes.go.id/article/view/16091600001/profil-kesehatan-indonesia-tahun-2015.html.
Fauziah & Ratna. 2015. Hubungan Kecerdasan emosional (EQ) dengan Kinerja Perawat Alam pendokumentasian Asuhan Keperawatan. THE SUN Vol.2 (1) Maret 2015.
Gibson, James. L, Ivancevich J. M., and Donnelly Jr. 1987. Organisasi dan Manajemen. Jakarta: Erlangga.
Goleman, D. 2015. Emotional Intelligence-Kecerdasan emosional (EQ). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Illustri. 2021. Kecerdasan Emosional (EQ) Dengan Kinerja Perawat Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Malahayati, Vol.08, No.3. September 2021.
Meta Nurita Diana Sari. 2012. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional (EQ) dengan Kinerja Perawat pada Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta-Selatan: Jurnal Psikologi Universitas Gunadarma.
Patton, P. 1998. Kecerdasan emosional (EQ) di Tempat kerja. Alih Bahasa: Zaini Dahlan. Jakarta: Pustaka Delapratasa.
Rudyanto, E. 2010. Hubungan antara kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial pada perawat. Skripsi (tidak diterbitkan). Solo: Fakultas Kedokteran universitas Sebelas Maret.
Uha, I. N. 2013. Budaya Organisasi Kepemimpinan & Kinerja. Jakarta: Prenada Media Group.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta dan Lisensi
Penulis yang mempublikasikan naskahnya melalui Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui beberapa hal berikut:
- Hak Cipta atas naskah-naskah karya ilmiah di dalam Jurnal ini dipegang oleh Penulis.
- Penulis menyerahkan hak saat pertama kali mempublikasi Naskah karya ilmiahnya dan secara bersamaan Penulis memberikan izin/lisensi dengan mengacu pada Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License kepada pihak lain untuk menyebarkan karya ilmiahnya tersebut dengan tetap mencantumkan penghargaan bagi penulis dan Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat sebagai media Publikasi pertama atas karya tersebut.
- Hal-hal yang berkaitan dengan non-eksklusivitas pendistribusian Jurnal yang menerbitkan karya ilmiah penulis dapat diperjanjikan secara terpisah (contoh: permintaan untuk menempatkan karya yang dimaksud pada perpustakaan suatu institusi atau menerbitkannya sebagai buku) dengan Penulis sebagai salah satu pihak perjanjian dan dengan penghargaan pada Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat sebagai media publikasi pertama atas karya dimaksud.
- Penulis dapat dan diharapkan untuk mengumumkan karyanya secara online (misalnya pada Repositori atau pada laman Organisai/Institusinya) sejak sebelum dan selama proses pengumpulan naskah, sebab upaya tersebut dapat meningkatkan pertukaran citasi lebih awal dan dengan cakupan yang lebih luas.