Pemanfaatan Wortel Sebagai Upaya Mencegah Miopia Pada Siswa SDN 102 Palembang
DOI:
https://doi.org/10.51771/jukeshum.v2i2.341Keywords:
Miopia, Wortel, anakAbstract
Masalah kesehatan mata masih sangat penting bagi negara – negara maju dan juga negara berkembang terutama di negara Indonesia. Miopia merupakan salah satu masalah kesehatan mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Miopia adalah penyebab tertinggi masalah penurunan ketajaman penglihatan pada anak-anak. Lingkungan sekolah menjadi salah satu pemicu terjadinya penurunan ketajaman penglihatan pada anak, seperti membaca tulisan di papan tulis dengan jarak yang terlalu jauh tanpa didukung oleh pencahayaan kelas yang memadai, anak membaca buku dengan jarak yang terlalu dekat, dan sarana prasarana sekolah yang tidak ergonomis saat proses belajar mengajar. Wortel (Daucus carota L) merupakan sayuran yang memiliki sumber provitamin A, vitamin B, vitamin C, serta zat-zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan mata. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SDN 102 Palembang tentang pemanfaatan wortel terhadap pencegahan miopia pada anak. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dan pembagian wortel bagi peserta penyuluhan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah para orang tua mengetahui manfaat wortel bagi kesehatan mata dan bersedia untuk mengkonsumsi wortel dan mengolahnya menjadi makanan cemilan yang sehat dan lezat untuk anak. Orang tua disarankan untuk mampu mengolah wortel menjadi kreasi makanan yang menarik sehingga anak menjadi suka mengkonsumsinya sebagai upaya mencegah miopia.
References
Andrias, L.dkk (2019). Hubungan Lingkungan Kelas Terhadap Kelaina Refraksi Miopia Pada Siswa Kelas 5 Sd Di SD X Semarang, Jurnal Kesehatan Masyarakat 2015: 3(3).
Arianti Mp (2018). Hubungan Antara Riwayat Miopia Di Keluarga dan Lama Aktivitas Jarak Dekat dengan Miopia pada Mahasiswa PSPD Untan Angkatan 2010-2012; 2013. Jurnal Universitas Tanjungpura.
Ariaty, Yeyen (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Miopia pada Siswa SD Katolik Pare Pare. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan Vol. 2 No 3 September 2019.
Bebasari E dan Nukman E (2015). Gambaran Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gangguan Tajam Penglihatan pada Anak SD Kelas V dan VI di SDN 017 Bukit Raya Pekan Baru. Jurnal : Universitas Islam Riau.
Handriani R (2016). Pengaruh Unsafe Action Penggunaan Gadget terhadap Ketajaman Penglihatan Siswa Sekolah Dasar Islam Tunas Harapan Semarang. Skripsi Universitas Dian Nuswantoro.
Hasibuan F. S (2016). Hubungan Faktor Keturunan, Lama Bekerja Jarak Dekat dengan Miopia pada Mahasiswa/I FK USU. Jurnal : FK USU.
Komariah C, Wahyu A N (2014). Hubungan Status Refraksi dengan Kebiasaan Membaca, Aktifitas di depan Komputer, dan Status Refraksi Orang Tua pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Kedokteran Brawijaya; 2014: 28(2).
Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia. (2012). Ilmu penyakit mata untuk dokter umum dan mahasiswa kedokteran. Edisi 2. Jakarta: Sagung Seto.
Putri D.E (2014). Efektifitas Rabun Jauh/Miopia Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa/I Kelas VI SD ISLAM AL AZHAR 21. Jurnal : Universitas Muhammadiyah Semarang.
Snell, Richard S. (2012). Anatomi klinik. Edisi 6. Jakarta: EGC.
Sobirin C, Rina (2015). Hubungan Gaya Hidup dengan Gangguan Mata Miopi pada Anak Usia Sekolah di Puskesmas Gulay Banka Bukit Tinggi. Jurnal Stikes Prima Nusantara Bukit tinggi [akses 12 Juni 2018] Vol. 2, No. 19 September 2020.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta dan Lisensi
Penulis yang mempublikasikan naskahnya melalui Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui beberapa hal berikut:
- Hak Cipta atas naskah-naskah karya ilmiah di dalam Jurnal ini dipegang oleh Penulis.
- Penulis menyerahkan hak saat pertama kali mempublikasi Naskah karya ilmiahnya dan secara bersamaan Penulis memberikan izin/lisensi dengan mengacu pada Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License kepada pihak lain untuk menyebarkan karya ilmiahnya tersebut dengan tetap mencantumkan penghargaan bagi penulis dan Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat sebagai media Publikasi pertama atas karya tersebut.
- Hal-hal yang berkaitan dengan non-eksklusivitas pendistribusian Jurnal yang menerbitkan karya ilmiah penulis dapat diperjanjikan secara terpisah (contoh: permintaan untuk menempatkan karya yang dimaksud pada perpustakaan suatu institusi atau menerbitkannya sebagai buku) dengan Penulis sebagai salah satu pihak perjanjian dan dengan penghargaan pada Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat sebagai media publikasi pertama atas karya dimaksud.
- Penulis dapat dan diharapkan untuk mengumumkan karyanya secara online (misalnya pada Repositori atau pada laman Organisai/Institusinya) sejak sebelum dan selama proses pengumpulan naskah, sebab upaya tersebut dapat meningkatkan pertukaran citasi lebih awal dan dengan cakupan yang lebih luas.