Geliat Usaha Mikro Es Kelapa Muda Saat Pandemi Covid dan Musim Hujan
DOI:
https://doi.org/10.51771/jukeshum.v2i2.350Keywords:
Es Kelapa Muda, Pandemi, Pemasaran, PembukuanAbstract
Es kelapa muda merupakan minuman yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Kondisi pandemi Covid 19 sejak tahun 2020 berpengaruh terhadap semua usaha termasuk usaha mikro es kelapa muda. Salah satu usaha mikro es kelapa muda yang berusaha eksis di masa pandemi Covid 19 adalah Es (Degan) Kelapa Muda Pak Syamsul. Selain pandemi, musim hujan juga menjadi kendala dalam penjualan es kelapa muda. Usaha ini telah dirintis sekitar 4 tahun dan masih banyak berbagai kekurangan. Beberapa kekurangan yang ada antara lain tidak ada pembukuan penjualan, kemasan belum cocok untuk sajian acara resmi, pemasaran masih terbatas offline. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu mitra dalam mempertahakan usaha dan mengembangkan walau saat kondisi tidak mendukung. Metode pendampingan berdasarkan komunikasi dengan mitra adalah pendampingan dalam peningkatan kualitas kemasan, manajemen pembukuan penjualan dan perluasan media pemasaran.
Hasil pendampingan usaha mikro Es Kelapa Muda Pak Syamsul diawali dengan penambahan model kemasan gelas plastik dengan mesin sealer cup. Peningkatan pembukuan dengan menggunakan jurnal buku penjualan mampu memberikan gambaran kepada mitra tentang omset dalam setiap bulan, jenis variasi yang paling diminati dan lainnya. Pemasaran dengan media sosial dan market place juga mampu membantu penjualan es kelapa muda. Hasil pendampingan ini mampu memberikan dampak positif kepada mitra dan perlunya pendampingan lanjutan untuk mengembangkan usaha.
References
A. Muzafri, U. Pato, and Rahmayuni, “Deteksi Kehadiran Mikroba Indikator Di Dalam Es Kelapa Muda Di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru,” 2013.
B. Gunawan and I. Fatmawati, “Pkm Pedagang Kuliner Kaki Lima di Tamantirto Kasihan Kabupaten Bantul Daerrah Istimewa Yogyakarta,” in Sniemas Uad, 2018, pp. 54–69.
F. . Winarno, Silowati, and Z. Saidi, “Keamanan Pangan,” 1993.
K. Nadliroh and A. S. Fauzi, “Optimasi waktu fermentasi produksi bioetanol dari sabut kelapa mufa melalui distilator refluks,” J. Pendidik. Tek. Mesin Undiksha, vol. 9, no. 2, pp. 124–133, 2021, doi: 10.23887/jptm.v9i2.39002.
R. Firmansyah, “Kajian Tentang Kemungkinan Pemakaian Kayu Kelapa (Cocos nucifera L.) untuk Bahan Baku Gitar Akustik,” Institut Pertanian Bogor, 2006.
T. M. Amin et al., “Penyuluhan dan pelatihan pengolahan sabut kelapa,” J. Inov. dan Kewirausahaan, vol. 4, no. 2, pp. 93–97, 2015.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta dan Lisensi
Penulis yang mempublikasikan naskahnya melalui Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui beberapa hal berikut:
- Hak Cipta atas naskah-naskah karya ilmiah di dalam Jurnal ini dipegang oleh Penulis.
- Penulis menyerahkan hak saat pertama kali mempublikasi Naskah karya ilmiahnya dan secara bersamaan Penulis memberikan izin/lisensi dengan mengacu pada Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License kepada pihak lain untuk menyebarkan karya ilmiahnya tersebut dengan tetap mencantumkan penghargaan bagi penulis dan Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat sebagai media Publikasi pertama atas karya tersebut.
- Hal-hal yang berkaitan dengan non-eksklusivitas pendistribusian Jurnal yang menerbitkan karya ilmiah penulis dapat diperjanjikan secara terpisah (contoh: permintaan untuk menempatkan karya yang dimaksud pada perpustakaan suatu institusi atau menerbitkannya sebagai buku) dengan Penulis sebagai salah satu pihak perjanjian dan dengan penghargaan pada Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat sebagai media publikasi pertama atas karya dimaksud.
- Penulis dapat dan diharapkan untuk mengumumkan karyanya secara online (misalnya pada Repositori atau pada laman Organisai/Institusinya) sejak sebelum dan selama proses pengumpulan naskah, sebab upaya tersebut dapat meningkatkan pertukaran citasi lebih awal dan dengan cakupan yang lebih luas.